Screw Agenda (Maybe), Just Fun!Fun!Fun!

Kalut? Ketar-ketir? Riang? Semangat? Atau muak? Bahkan marah? Memang, banyak situasi lain yang akan mendera individu di muka bumi. Tapi, ya tidak menutup kemungkinan situasi itu membuat anda senang atau sebaliknya. Situasi-situasi tersebut yang akan menjadi suatu menarik untuk dibahas tentunya. Hal tersebut yang telah menjadi tradisi dari zaman yang saya pun tidak tahu dari mana tradisi ini bermula. Susunan ritme dan melodi yang memang terkadang saya akui telah membutakan nurani dan menganggap karya seni ini memang segalanya. Karya seni ini memiliki tempat tersendiri bagi orang-orang memiliki kepercayaan pada hal ini. Believe.Terdengar berlebihan? Hmmm..

Semua orang suka The Beatles, Michael Jackson, atau Justin Bieber, mungkin. Semua orang menikmati itu dan tidak sedikit orang yang akan mengesampingkan pekerjaan lain untuk waktu berkualitas menikmati musik. The Smith tentu akan cocok menemani individu yang sedang larut dalam jatuh cinta, begitu juga Taylor Swift yang akan menceritakan hal yang sama tentang putus cinta atau menemukan pasangan baru setelah mendatangi pesta dansa. Tapi, siapa yang mentoleransi anda menyukai teriakan Rotten? Atau riff gitar yang disusun sedemikian rupa oleh si Johnny Ramone yang dikatakan sebagai rasis. Menyimak musik paling berisik sedunia yang diciptakan oleh Lemmy atau bahkan seorang penggemar yang terlibat baku hantam dengan Rollins di sebuah pertunjukannya. Sangat intense. Orang-orang rela berkeringat untuk itu bahkan rela berdarah oleh hal tersebut. Ada kepuasan sendiri ketika musik mulai menggerogoti otak kita dan itu fakta. Tentu bergantung pada apa yang sesuai selera, pertanyaan sama ketika anda ditanya “Lu suka ice cream coklat atau vanilla?”.New Order On Top Of The Pop

Mungkin sebuah pintu masuk yang agak haram bagi saya dalam memasuki kluster-kluster dunia musik. Saya maklum jika dianggap sok tau atau apapun. Tapi peduli setan, karena ini adalah musik dan tidak ada masalah dengan politik, sepak bola, patah hati, susu coklat, tisu toilet atau apapun itu. Saya mungkin bisa bilang, “the dude” yang mungkin memiliki rencana untuk mengambil alih pola pikir anak-anak pada saat saya kecil itu berhasil. Karena memang saya sudah mengkonsumsi produk plesir dari barat yaitu dari televisi. Dimulai dari kelas 4 SD, MTV memang berhasil mengambil alih perhatian saya. Banyak jenis musik yang dikonsumsi tapi, pada umumnya memang yang gencar adalah musik yang menonjolkan keeksotisan RnB yang membuat saya harus berhati-hati dalam menonton. Setidaknya saya bisa hafal lagu TLC pada waktu itu. TV menginisiasi saya sehingga akhirnya album by the way oleh RHCP menjadi album musik pertama yang saya miliki, dan saya juga melewati masa ketika harus menduplikat kaset Punk Rock milik saudara dan bahkan tidak mengetahui nama dari band Punk itu. Yang pasti itu band Punk Oi! yang tentu saja ada label Parental Advisory di covernya, sayangnya itu bajakan. Dan juga pada akhirnya American Idiot menjadi lagu pertama yang saya kuasai setelah belajar dengan sepupu saya. Sampai sekarang saya berani mengatakan musik televisi sekarang adalah sampah. Siklus yang aneh memang. Benang merahnya adalah, mungkin memang musik adalah hiburan yang dirancang oleh orang yang memiliki tujuan tersembunyi dalam melancarkan rencananya dalam membodohi generasi muda karena saya menyadarinya beberapa waktu belakangan, karena banyak fenomena yang berentet setelah itu yaitu obat-obatan, tembakau atau alkohol yang menjadi tradisi tersendiri. Tapi, sisi baiknya adalah tentu saja akan terdapat semangat bagi  believer karena musik menjadi kekuatan tersendiri yang akan menghantam kegelisahan.

Musik menjadi teman tersendiri, ketika kita berbicara dengan ibu tentang pengalaman disekolah, ketika kita berbicara tentang wanita yang kita senangi dengan teman dekat atau mengoceh tentang politik dengan dosen. Tentu saja kita akan merasakan aura berbeda disetiap lagu dan akan menciptakan impresi berbeda-beda. Beda orang akan berbeda pula tanggapannya. Sama halnya ketika kita menikmati lagu jatuh cinta Too Shy oleh Kajagoogoo yang menggambarkan lucunya jatuh cinta. Akan berbeda ketika kita menyimak Ever Fallen In Love punya The Buzzcock yang akan terasa sebagai jatuh cinta yang cukup rumit disana. Cinta yang akan “berbeda” pula yang anda akan rasakan ketika menyimak Can We Get Together oleh Hunx & His Punx. Seems so real rigth ?  tidak heran jika kita melihat orang-orang yang bertingkah aneh atau tidak biasa ketika sedang menyimak musisi kesayangannya. Anggap itu sebagai sebuah ikatan yang tidak terpisahkan. Jika tidak berlebihan.

Tidak heran ketika muncul perasaan bangga tersendiri bagi orang-orang ketika mendengar lagu favoritnya diputar di radio, atau menjadi latar suara di film tertentu. Karena kekuatannya juga, musik bisa mengubah tingkah laku manusia, tanpa disadari bahkan terpaksa. Tidak sedikit politisi yang merasa terganggu oleh teriakan masyarakat sosial melalui musik, sama halnya Pussy Riot yang akhir-akhir ini tertangkap dikarenakan salah satu lagunya yang menyentil. Tidak heran jika kita suatu jenis musik akan menyerang musik lain karena memang dapat dikatakan karya seni ini memiliki kekuatan yang sangat besar.

Tapi tanpa berpikir rumit tentang semua hal tersebut. Musik akan selalu menjadi santapan sehari-hari. Dalam lagu semua akan terlihat lebih mudah dicapai, hidup bisa lebih semangat dan marah.

Penutup,

#np Ramones – Got A lot To Say

I got a lot to say

I got a lot to say

I got a lot to say

I got a lot to say

I can’t remember now

I can’t remember now

I can’t remember now

I can’t remember now

Adios Amigos….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s