Katalika, Pelepas Dahaga

Pertunjukkan bertempat di Dome Epicentrum Mal kawasan Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 20.00 WIB. Komplotan yang tidak asing lagi bagi pecintaepilepcy dance yang sering diperagakan Jimi sang frontman yang tak heran juga diperagakan Modern Darlings dengan gaya serupa. Komplotan ini tampil dengan formasi baru dengan format yang lebih segar. Jimi, Kubil, Beni, Krishna dan Pandu tampak bereksperimen dengan suara-suara dan ritme-ritme baru. Ritme segar tersebut mungkin tercipta karena ada dua pemikir yang baru dari The Upstairs dan bertambah ciamik lagi dengan tiga pemikir yang tersisa yang tentu saja bertanggung jawab atas band ini setelah bertahun-tahun membubuhi darah di dunia persilatan indiependent Indonesia. Maaf Hiperbol ☺

 

image

 

“Rona Merah Tembaga” membuka pertunjukkan mereka dengan sangat enerjik namun mengingat panggung tidak memungkinkan untuk ikut berdansa, penonton cenderung canggung untuk meringsek kedepan untuk menikmati dentuman musik mereka. Setidaknya Epicentrum malam itu mendadak menjadi berdisko darurat karena beat-beat yang mereka mainkan. The Upstairsterdengar segar karena dengan beat drum yang lebih “rusuh” dan synth yang setidaknya menghipnotis orang-orang untuk menghentakkan kaki mereka. “Sekelebat Menghilang”, “Menaralara” dan “Layak Dikenang” yang merupakan lagu yang diunggulkan oleh beberapa pendengar nomor lagu The Upstairs yang baru juga dibawakan. Komplotan ini tetap bersemangat memainkan track-track andalan mereka tanpa dipengaruhi crowd yang memang kurang asoy pada malam itu. Yang janggal dari penampilan mereka malam itu adalah “Matraman” yang di remix, dengan tempo dan beat yang lebih menggelegar. Ditambah lagi dengan synth bass yang dimainkan oleh Pandu pada malam itu, yang memang membuktikan The Upstairs memang kembali dengan beat yang lebih segar dan berisik. Pertunjukkan mereka ditutup dengan lagu “Selamat Datang Di Tubuh Kami”, lagu yang saya favoritkan di album ini karena dengan lirik yang lucu dan menyentil, diri kita ataupun the committee. Ternyata kita itu Junkie.

Cerita Sampingan:

Akhirnya quest pencarian piringan “Katalika” yang saya lalui beberapa minggu lalu ke beberapa toko kaset yang tersebar diJakarta.Dan ternyata toko-toko yang saya kunjungiitu, memang belum disuntikkan pasokan “Katalika”. Awkward memang ketika lo menerima kaset sebuah band dan yang ngasih kaset itu yang bikin lagu itu sendiri. Untung saja komplotan ini sangat santai menghadapi pendengar lancang seperti saya. Swadikap ! Hey, saya juga mendapat bonus tanda-tangan tadi malam ☺. The Upstairs menjadi jawaban setiap pernyataan yang saya lontarkan, “coba aja gue udah lahir tahun ‘77”, dan Hey ada The Upstairs. Haha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s